Setelah mencoba beberapa bahasa, akhirnya untuk saat ini saya memilih Erlang (dan Scala) sebagai bahasa pemrograman untuk pemrograman fungsional. Erlang relatif lebih mudah dan sederhana dibanding Scala. Scala lebih kompleks akibat penggabungan dua paradigma pemrograman, yaitu object-oriented dan fungsional, sehingga lebih sulit dipelajari bila belum memiliki latar belakang pengetahuan tentang konsep pemrograman fungsional.
Bagi pengembang aplikasi berbasis web yang membutuhkan performa tinggi, skalabilitas, reliabilitas, concurrency tingkat ekstrim, maka Erlang dapat menjadi solusi.
1. Webmachine
Webmachine adalah framework yang sangat unik, dibuat untuk membuat aplikasi web secara RESTful.
2. Nitrogen
Nitrogen dibangun menggunakan arsitektur event-driven. Nitrogen juga menyediakan custom tags untuk mempermudah membangun aplikasi berbasis Ajax maupun Comet.
3. Erlang Web
Konsep Erlang Web hampir mirip dengan Java Servlet dan Java Server Page (JSP). Erlang Web menggunakan template dan controller untuk membangun aplikasi.
4. Erlyweb
Seperti kebanyakan web framework, Erlyweb menggunakan MVC pattern. Erlyweb juga menyediakan lapisan abstraksi untuk basis data, yaitu Erlydb.
5. Beep Beep
Beep Beep sangat terinspirasi oleh Ruby On Rails, salah satu contohnya adalah prinsip RoR yang sangat populer, yaitu convention over configuration.



