
Membatik
Akhir-akhir ini, orang-orang sangat antusias mengenakan pakaian batik. Dunia telah mengakui bahwa batik adalah kebudayaan yang berasal dari Indonesia. Tapi bukan semua batik, hanya batik tulis saja yang sudah diakui sebagai kebudayaan Indonesia. Cerita tentang naiknya popularitas batik cukup kontroversial, sebagian orang beranggapan bahwa antusias masyarakat Indonesia terhadap batik tidak lepas akibat klaim yang pernah dilakukan Malaysia atas batik. Dulu sebelum batik diklaim oleh Malaysia, batik hanya dianggap sebelah mata oleh sebagian orang, bahkan ketika ada orang berpakaian batik tidak jarang ada yang menyeletuk “Mau ke kondangan yah?”. Tapi seiring perkembangan jaman, masyarakat menjadi semakin dewasa, masyarakat lebih bisa menghargai kebudayaan bangsanya sendiri.
Dulu waktu kuliah, tidak jarang saya mengenakan pakaian batik untuk ke kampus, salah satunya adalah batik tulis buatan nenek saya. Sebenarnya bukan nenek, tapi lebih tepatnya adik dari nenek saya. Bukan apa-apa, tapi karena memang tidak ada baju yang lain, hehehe.. Adik nenek saya adalah seorang pengrajin batik di salah satu kabupaten kecil di Provinsi Jawa Timur. Beliau telah bertahun-tahun menekuninya, dengan proses tradisional, bahkan tangannya telah berubah warna (seperti di-tatto) karena bertahun-tahun terkena pewarna batik (beliau tidak pernah menggunakan sarung tangan). Saya yang sangat awam terhadap batik tidak tahu pasti apa jenis batik yang dibuat beliau, tapi menurut Ibu Asmorodewi Damais, Kurator Museum Batik di Pekalongan, batik tersebut termasuk kategori batik rakyat atau batik desa.
Ayo, ada yang mau pesan kain batik tulis buatan nenek saya? Itu salah satu contoh batik yang sedang dikerjakan.
Penanda: batik