September, 2009


27
Sep 09

Generalizing Specialist

Salah satu masalah besar dalam industri IT adalah spesialisasi skill yang kebablasan. Dalam suatu organisasi, bisa jadi terdapat departemen-departemen yang beranggotakan spesialis basis data, spesialis analisis bisnis, spesialis manajemen projek, spesialis Java/pemrograman, dsb. Pendekatan seperti ini didasarkan pada paradigma bernama Taylorism (Frederick Taylor). Idenya adalah memecah-mecah proses pabrikasi menjadi tahap-tahap yang terpisah, karena hal ini dianggap lebih baik daripada menyerahkan kepada individu yang memiliki banyak kemampuan sekaligus. Taylorism terbukti sukses pada proses manufaktur, tapi tidak demikian untuk pengembangan perangkat lunak.

Masalah yang terjadi dalam pengembangan perangkat lunak, seringkali para spesialis kesulitan dalam bekerjasama dengan spesialis lainnya atau bahkan dengan spesialis yang sebidang. Mengapa demikian? Karena spesialis tersebut tidak memiliki latar belakang pengetahuan yang memadai untuk dapat mengerti masalah yang sedang dihadapi oleh spesialis lainnya, mereka cenderung terlalu fokus dengan bidang yang digelutinya namun celakanya dia mengabaikan hal-hal mendasar lain yang juga penting. Alhasil, hal tersebut menjadi hambatan mereka dalam berkolaborasi.

Apa solusinya? Generalizing specialist (GS). GS adalah seseorang yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana suatu sistem secara keseluruhan dapat bekerja. Dia memiliki pengetahuan tentang apa yang sedang dikerjakan oleh rekan kerjanya. Dengan pengetahuan itu, dia akan memberikan apresiasi lebih terhadap pekerjaan rekannya tersebut. Sehingga terbentuk tim dengan kinerja yang baik.

Adalah hal yang hampir mustahil untuk tahu banyak hal dan menguasai semuanya, sedangkan sangat mungkin bila seseorang mengetahui banyak hal dan menguasai secara mendalam beberapa diantaranya.

GS bukan sekedar generalis. Generalis adalah orang yang tahu segala hal tapi tidak satupun yang dia dalami, cuma kulit luarnya saja. Sedangkan GS adalah orang yang tahu banyak hal namun tetap memiliki keahlian khusus yang mendalam pada beberapa hal.

Dalam dunia rekayasa perangkat lunak dengan metodologi agile, semakin sedikit spesialis yang dapat bertahan, mau tidak mau mereka harus melebarkan ilmu mereka.

Kesimpulannya, kita kitak bisa serta merta menyamakan antara industri manufaktur dengan industri IT (pengembangan perangkat lunak), sehingga sistem yang berjalan baik pada industri manufaktur, seperti Taylorism, tidak dapat diadopsi begitu saja ke dalam industri IT. Hal lain yang masih menarik perhatian saya saat ini adalah bagaimana kita mengimplementasikan Lean Software Development, karena Lean berangkat dari industri manufaktur, yaitu pabrik mobil Toyota, namun kini IBM sepertinya telah sukses menerapkan Lean.

Untuk lebih jelas tentang GS, Anda dapat membaca buku “The Object Primer: Agile Model-Driven Development with UML 2.0 Third Edition” yang ditulis oleh Scott W. Ambler.


27
Sep 09

Batik Rakyat Buatan Nenek

Membatik

Membatik

Akhir-akhir ini, orang-orang sangat antusias mengenakan pakaian batik. Dunia telah mengakui bahwa batik adalah kebudayaan yang berasal dari Indonesia. Tapi bukan semua batik, hanya batik tulis saja yang sudah diakui sebagai kebudayaan Indonesia. Cerita tentang naiknya popularitas batik cukup kontroversial, sebagian orang beranggapan bahwa antusias masyarakat Indonesia terhadap batik tidak lepas akibat klaim yang pernah dilakukan Malaysia atas batik. Dulu sebelum batik diklaim oleh Malaysia, batik hanya dianggap sebelah mata oleh sebagian orang, bahkan ketika ada orang berpakaian batik tidak jarang ada yang menyeletuk “Mau ke kondangan yah?”. Tapi seiring perkembangan jaman, masyarakat menjadi semakin dewasa, masyarakat lebih bisa menghargai kebudayaan bangsanya sendiri.

Dulu waktu kuliah, tidak jarang saya mengenakan pakaian batik untuk ke kampus, salah satunya adalah batik tulis buatan nenek saya. Sebenarnya bukan nenek, tapi lebih tepatnya adik dari nenek saya. Bukan apa-apa, tapi karena memang tidak ada baju yang lain, hehehe.. Adik nenek saya adalah seorang pengrajin batik di salah satu kabupaten kecil di Provinsi Jawa Timur. Beliau telah bertahun-tahun menekuninya, dengan proses tradisional, bahkan tangannya telah berubah warna (seperti di-tatto) karena bertahun-tahun terkena pewarna batik (beliau tidak pernah menggunakan sarung tangan). Saya yang sangat awam terhadap batik tidak tahu pasti apa jenis batik yang dibuat beliau, tapi menurut Ibu Asmorodewi Damais, Kurator Museum Batik di Pekalongan, batik tersebut termasuk kategori batik rakyat atau batik desa.

Ayo, ada yang mau pesan kain batik tulis buatan nenek saya? Itu salah satu contoh batik yang sedang dikerjakan.


24
Sep 09

Mengatasi Kemiskinan Dengan “Social Business” Entrepreneurs

Beberapa waktu yang lalu, media gencar memberitakan tentang fatwa MUI Madura yang mengharamkan mengemis dan memberi uang untuk pengemis. Saya pribadi pada dasarnya setuju bahwa mengemis itu haram, apalagi bila melihat bahwa mengemis sudah dijadikan profesi. Mungkin kita sudah lelah dengan berita tentang kemiskinan dan kita tahu bahwa kemajuan yang disokong oleh kapitalisme sangat cepat, membuat perkembangan teknologi menjadi sangat pesat, perusahaan multinasional tumbuh subur, perkembangan bisnis yang juga pesat. Tapi dengan kapitalisme, ternyata tidak semua orang dapat menikmati keuntungan ini, faktanya 94% dari pendapatan total dunia hanya dinikmati oleh 40% penduduk dunia saja, sedangkan sisanya yang hanya 6% dinikmati oleh 60% penduduk dunia. Separuh dari penduduk dunia hidup dengan biaya $2 atau kurang per-hari, dan hampir satu milyar orang hidup dengan biaya kurang dari $1 per-hari. Tidak heran bila kemiskinan ada dimana-mana, walaupun tidak terdistribusi secara merata, tapi jumlahnya sangat besar.

Bagaimana cara kita memberantas praktik mengemis di Indonesia? (atau secara umum, membasmi kemiskinan). Jika mereka tidak boleh mengemis lagi, otomatis mereka kehilangan mata pencaharian, jadi harus ada solusi supaya mereka tetap berpenghasilan, yang halal tentunya. Merujuk dari pendapat Muhammad Yunus, Ph. D. bahwa “All Humen Beings are Entrepreneurs”, seharusnya kita dapat meniru cara beliau mengatasi masalah kemiskinan, termasuk pengemis. Beliau memiliki suatu sistem yang dinamai “Social Business”, yaitu bisnis dengan objektif atau tujuan untuk menyelesaikan masalah sosial tertentu. Model bisnis ini kontroversial, khususnya di mata para penganut pasar bebas karena model ini tidak berorientasi pada keuntungan/profit, melainkan pada masalah sosial. Ya, memang terdengar aneh melihat bisnis didirikan tapi tujuan utamanya bukan untuk mencari keuntungan. Untuk lebih jelasnya, mungkin saya akan membahas tentang Social Business ini pada artikel tersendiri.

Siapa itu Muhammad Yunus, Ph. D.? Beliau, bersama bank yang beliau dirikan (Grameen Bank), adalah peraih nobel perdamaian pada tahun 2006. Beliau sukses mengimplementasikan sistem microcredit di negara Banglades. Apa itu microcredit? Microcredit adalah kredit untuk orang-orang tidak mampu di Banglades. Untuk meminjam uang, prosesnya sangat mudah, tidak diperlukan jaminan, garansi, dokumen legal antara pemebri pinjaman dan peminjam. Yang dilakukan hanya saling berjabat tangan!  Konsep yang digunakan juga kontroversial, bila pada bank konvensional, semakin banyak uang Anda maka semakin banyak pula yang Anda peroleh, pada Grameen Bank justru bila Anda tidak punya apa-apa, maka Anda adalah klien yang paling berharga.

Dengan memberikan mocrocredit, diharapkan orang-orang miskin tersebut dapat memulai usahanya. Awalnya, ide ini dianggap gila, sebagian orang beranggapan bahwa tidak akan ada yang mampu mengembalikan pinjaman. Namun fakta berkata lain, ternyata orang-orang dapat membayar kredit, bahkan kini 10% diantara mereka sudah benar-benar melunasi dan tidak melakukan pinjaman lagi, ini berarti ide Muhammd Yunus, Ph. D. berjalan sesuai harapan. Pada saat pertama kali diperkenalkan, tidak sedikit peminjam yang mengalami bahwa itu adalah kesempatan pertama mereka memegang uang, menggunakan uang, dan belajar tentang uang. Kini beliau berhasil membuktikan bahwa semua orang memiliki potensi dan semua orang adalah entrepreneur, hanya saja tidak semua orang menyadarinya.

Berangkat dari microcredit dan Grameent Bank, bisnis Muhammad Yunus, Ph. D. semakin meluas. Antara lain “telephone ladies” (Grameen Phone) yang sekarang sedang digodok untuk dikembangkan menjadi “internet ladies”, Grameen Shakti, Grameen Telecom, Grameen Star Education, dll (tidak kurang dari 20 jenis bisnis).


23
Sep 09

Tips Merawat Baterai Laptop

Baterai laptop yang beredar di pasaran saat ini umumnya ada dua jenis, yaitu Lithium Ion dan Lithium Polymer. Baterai jenis tersebut perawatannya relatif mudah. Tapi baterai ini juga sangat rentan terhadap kerusakan, apalagi bila Anda tidak menggunakannya secara tepat. Faktanya, baterai tersebut tetap akan rusak walaupun tidak digunakan sama sekali.

Tips merawat baterai laptop:

  • Pada saat baru membeli laptop/baterai, Anda harus melakukan kalibrasi supaya kapasitas baterai maksimum. Cara kalibrasi dapat berbeda-beda tergantung pabrikan pembuat baterai, tapi secara umum yang harus Anda lakukan adalah mengisi baterai tersebut hingga penuh (bisa dilihat dari lampu indikator), kemudian biarkan terus di-charge hingga 2 jam. Setelah itu cabut charger dan gunakan laptop tersebut hingga baterai benar-benar habis (biasanya ditandai dengan laptop yang shut down secara otomatis). Diamkan laptop selama 5 jam dalam kondisi baterai kosong, kemudian charge lagi hingga penuh.
  • Hindari mendiamkan baterai dalam keadaan kosong dalam jangka waktu yang lama karena dapat merusak baterai.
  • Apabila tidak digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, simpan baterai dalam keadaan 60% terisi. Atau bila Anda tidak bisa memperkirakan kisaran 60%, simpan baterai dalam keadaan terisi penuh.
  • Jauhkan baterai dari suhu udara tinggi. Baterai lithium sangat peka terhadap suhu, suhu tinggi tidak baik untuk baterai jenis ini, bisa merusak.
  • Hindari penggunaan baterai untuk pekerjaan berat, misal bermain game 3D, video editing, membakar CD/DVD, dan aktivitas lain yang membutuhkan banyak listrik. Termasuk pada saat melakukan kalibrasi, gunakan laptop untuk aplikasi yang ringan saja, jangan paksa baterai untuk habis lebih cepat. Ini dapat memperpendek umur baterai.
  • Lakukan kalibrasi secara rutin. Bila jarang digunakan (terisi 100% terus), biasanya baterai membutuhkan kalibrasi satu bulan sekali. Bila baterai sering digunakan, biasanya 2-3 bulan sekali harus dikalibrasi.
  • Latih baterai Anda, biarkan elektron yang tersimpan dalam baterai bergerak dinamis. Caranya, gunakan baterai secara rutin. ‘Mengistirahatkan’ baterai dalam kondisi penuh dengan menggunakan listrik PLN dalam waktu yang sangat lama adalah tidak dianjurkan.

Mitos-mitos tentang baterai lithium pada laptop:

  • Mematikan laptop saat mengisi ulang baterai.
  • Bila mengisi dalam kondisi laptop mati, proses pengisian kemungkinan akan lebih cepat bila dibandingkan pada saat laptop menyala. Namun mengisi ulang baterai saat laptop menyala tidak akan membahayakan baterai Anda, karena baterai modern saat ini telah dilengkapi chip yang dapat mengatur arus listrik yang telah dioptimalkan untuk kesehatan baterai.

  • Lepas baterai bila sedang bekerja dengan listrik PLN.
  • Jangan lakukan ini bila Anda tidak menggunakan UPS atau stabilisator. Beberapa model laptop justru tidak akan bekerja optimal ketika baterai dilepas, karena pada kondisi tertentu laptop tersebut membutuhkan tenaga ekstra dari baterai untuk mengerjakan tugas yang berat. Bahkan beberapa produk, misal Apple Macbook Pro, menggunakan baterai yang tidak dapat dilepas. Pengecualian bila Anda benar-benar menggunakan AC power dalam waktu yang sangat lama, misal 2 minggu berturut-turut tanpa dicabut, untuk kasus ini, maka sebaiknya baterai dilepas (bila memungkinkan).

  • Charge baterai baru selama 8 jam.
  • Baterai baru perlu dikalibrasi pada saat penggunaan pertama, tapi tidak membutuhkan waktu charge hingga 8 jam. Rata-rata cukup dilebihi 2 jam, baterai sudah benar-benar terisi penuh.

  • Jangan charge baterai sebelum benar-benar kosong.
  • Baterai lithium tidak memiliki efek memori seperti baterai generasi terdahulu, jadi Anda dapat mengisinya kapanpun.

  • Mengosongkan baterai hingga benar-benar kosong dapat merusak baterai.
  • Ini benar, bila baterai lithium benar-benar kosong, dia akan rusak. Namun karena baterai modern telah dilengkapi chip khusus, maka chip tersebut akan mengantisipasi hal ini. Dengan chip, baterai akan bertindak seolah dia telah benar-benar kosong walaupun sejatinya masih menyimpan sedikit listrik di dalamnya, sehingga baterai tidak akan benar-benar kehabisan listrik yang dapat berakibat terjadinya kerusakan permanen.

Apa itu battery cycle? Battery cycle adalah siklus penggunaan baterai. Satu siklus baterai dihitung satu kali full-charge dan satu kali full-discharge. Bila Anda menggunakan baterai hingga 50% kemudian mengisi kembali hingga 100%, itu belum dihitung satu cycle. Bila kemudian Anda menggunakannya kembali hingga 50% dan mengisinya lagi hingga 100%, itu dihitung 1 cycle. Masing-masing baterai punya umur beda-beda, mulai dari ratusan hingga ribuan cycle.

Bagaimana tahu berapa cycle yang sudah dilalui dan kondisi baterai kita? Anda dapat melihatnya melalui sistem operasi atau perangkat lunak pihak ke-3, tergantung dari sistem operasi dan pabrik baterai yang Anda gunakan. Berikut ini contoh informasi baterai pada sistem operasi Mac OS X 10.6 Snow Leopard.

MacBook Pro Unibody Non-Removable Lithium-Polymer Battery

MacBook Pro Unibody Non-Removable Lithium-Polymer Battery

Bagaimana ilustrasi penggunaan laptop? Umumnya laptop didesain untuk gaya hidup para komuter. Pada saat si komuter berada di jalan, dia menggunakan baterai. Pada saat dia sudah sampai di kantor, dia menghubungkan laptopnya dengan AC power. Begitu seterusnya sehingga terjadi proses charging-discharging secara rutin. Inilah salah satu contoh penggunaan laptop secara optimal.

Tambahan, bila membeli baterai baru, cari informasi tentang kapan pembuatan baterai tersebut. Karena baterai akan tetap turun kapasitasnya walaupun tidak dipakai seiring dengan pertambahan waktu. Jadi percuma saja membeli baterai baru tapi diproduksi 3 tahun yang lalu.

Beberapa info lain tentang baterai laptop dapat Anda jumpai di sini.


18
Sep 09

Mengetik Hanacaraka

Huruf Hanacaraka (Aksara Jawa) sudah cukup akrab bagi saya yang tinggal di Jawa Timur. Sejak SD hingga SLTP, ada mata pelajaran Bahasa Daerah yang selalu memuat subjek Aksara Jawa. Huruf Hanacaraka ini sangat eksotik, apalagi huruf ini tidak sembarang dibuat, tetapi diurutkan menjadi suatu alur cerita. Lekukannya sangat cantik dan artistik, Hanacaraka adalah sebuah karya seni.

Menariknya, saya menemukan sebuah website yang didedikasikan secara khusus untuk Hanacaraka. Alamatnya di http://hanacaraka.fateback.com. Banyak sekali hal-hal berkaitan dengan Hanacaraka yang dapat Anda temukan di website ini. Untuk bisa mengetik huruf Hanacaraka, yang harus Anda lakukan adalah mengunduh huruf truetype Hanacaraka dan menginstallnya pada sistem Anda. Cara menginstall huruf berbeda-beda tergantung sistem operasi yang Anda gunakan. Setelah huruf terinstall, Anda sudah dapat mengetik Aksara Jawa dengan aplikasi text-editor/word-processor kesukaan Anda

Tidak perlu takut kesulitan, untuk mempermudah, Anda dapat mengunduh buku panduannya. Bahkan bila Anda tidak pernah tahu sama sekali tentang Hanacaraka, Anda dapat mempelajarinya mulai nol dari website yang tadi saya sebutkan. Setelah saya coba, ternyata cukup menyenangkan mengetik dengan huruf Hanacaraka.

Berikut ini screenshot huruf Hanacaraka pada aplikasi Apple Pages ‘09

Huruf Hanacaraka di aplikasi Apple Pages '09

Huruf Hanacaraka di aplikasi Apple Pages '09

Coba tebak, tulisan di atas bacaannya apa? Haha..